Minggu, 26 April 2020

Mengenal Lebih Jauh Tentang Corona Virus


Samakah Covid-19 dengan Corona Virus? 
Covid-19 merupakan masih satu golongan/famili virus dengan Coronavirus. Anggota anggota Coronavirus sendiri yang sudah lumayan terkenal sebelumnya ada: SARS virus, MERS virus , dan sekarang ada anggota baru yang bernama Covid-19. Covid-19 sendiri ditemukan pertama kali di Wuhan pada tahun 2019, kemudian pada awal Januari 2020 pemerintah Tiongkok melaporkan penemuan ini ke WHO, dan akhirnya jenis Coronavirus yang baru ditemukan ini diberi nama Covid-19.

Lalu, seberapa bahaya Covid-19?
Jika dibandingkan dengan pendahulu pendahulu nya , Covid-19 sebenarnya memiliki rata rata kematian yang lebih rendah, dibbanding SARS virus dan MERS virus . Hanya saja, tingkat infeksi virus ini termasuk yang tertinggi. Jadi yang membuat virus ini berbahaya bukan kemampuannya untuk membuat korbannya meninggal, tapi penularannya yang lebih cepat.

Bagaimana Covid-19 menular? 
Covid-19 sendiri ditularkan melalui droplet atau butiran2 air yang halus dan bisa menempel di mana saja seperti tangan, baju, gagang pintu, dan lain sebagainya. Covid-19 pun tidak bisa menyebar lewat udara (airborne) hal itu dibenarkan oleh WHO sendiri, masih belum ditemukan bukti yang cukup kuat kalo virus ini dapat tertular melalui udara.

Kemudian bagaimana gejala dan diagnosa Covid-19?
Untuk gejala umum Covid19 itu meliputi: demam tinggi, batuk kering, dan cepat merasa lelah.. beberapa pasien akan merasakan sakit dan nyeri di tubuhnya, dan sakit tenggorokan. meskipun dengan adanya gejala2 tsb belum tentu terjangkit Covid19, bisa jadi flu biasa , karena Covid19 masih satu famili dengan virus flu, sama2 masuk ke Coronavirus Selain itu qda juga yg asimtomatik, atau Pasien Tanpa Gejala.

Terus, bagaimana kita melindungi diri dari virus ini?
Lanngkah paling aman yang bisa dilakukan dalam upaya melindungi diri dari virus ini , yaitu : 
  1. Jika tidak merasa sakit apa-apa, tetap jaga kesehatan dan kebersihan pribadi dan lingkungan, apabila terpaksa keluar jangan lupa memakai masker, hindari kontak fisik dengan orang lain, cuci tangan setiap sesudah dan sebelum beraktivitas apapun, kurangi sentuh mata, hidung dan mulut. 
  2. Jika merasa kurang enak badan, cobalah untuk isolasi diri sendiri selama minimal 14 hari, sambil tetap menjaga pola makan dan asupan air putih, gunakan obat jika diperlukan, apabila dalam 14 hari sudah sembuh , bisa dipastikan aman. 
  3. Misalkan kejadian di poin b ternyata setelah 14 hari masih kurang enak badan, bisa segera ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk melakukan tes diagnosa. Tes Covid-19 secara umum ada 2: Rapid Test dan PCR/Swab Test.
  4. Rapid Test menggunalan antibodi penderita untuk cek kondisi kesehatan.. relatif murah dan cepat, tapi kurang akurat.. karena bisa saja antibodinya muncul bukan gara-gara Covid-19, makanya untuk Rapid Test biasa dilakukan minimal 2x dengan jeda seminggu antara tes pertama dan keduanya.
  5. Berbeda dengan PCR/Swab Test, pada test ini diambil DNA kita (biasanya melalui jaringan di pipi dalam), untuk dicek ada virusnya atau tidak, untuk test ini lebih akurat karena kita langsung mengetahui virus apa yang ada di dalam tubuh kita, meksipun lebih mahal dan alat untnk melakukan tesnya hanya ada di beberapa rumah sakit rujukan saja.
Sudah adakah vaksin dan obat untuk virus Covid-19?
Untuk obat dan vaksin covid-19 sampai saat ini belum ditemukan,. Untuk vaksin Covid-19 sendiri masih dalam tahap uji coba. Tes uji coba obat secara umum dibagi jadi 4 Tahap , dan untuk vaksin Covid-19 ini sendiri masih ada di Tahap 2, yaitu menentukan dosis aman, dosis optimal, dan dosis mematikan dari (calon) vaksin tersebut . Masih ada 2 tahap lain yang perlu dilalui sebelum bisa benar benar aman dikonsumsi oleh masyarakat secara masif Untuk obat sendiri akhir akhir ini beredar berita bahwa terdapat obat yang bisa menyembuhkan covid19 ini seperti: Chloroquine dan obat Tiongkok Lianghuaqingwen. Baik Chloroquine maupun Lianhuaqingwen itu merupakan obat keras yg biasa digunakan untuk meredakan demam, pegal linu, sakit tenggorokan, batuk. Tapi ini hanya bersifat meredakkan gejala bukan menyembuhkan , artinya menyembuhkan sendiri yaitu memusnahkan virus yang ada di dalam tubuh. Jadi kesimpulannya obat obat yang diklaim dapat menyembuhkan itu belum tentu benar , meskipun ada kasus yang memang bisa sembuh akibat dari konsumsi obat tersebut , hal itu kembali lagi kepada sistem imun si pasien. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Lebih Jauh Tentang Corona Virus

Samakah Covid-19 dengan Corona Virus?   Covid-19 merupakan masih satu golongan/famili virus dengan Coronavirus. Anggota anggota Coron...